Pantai Zore Barelang Diduga Jadi Jalur Pengiriman Barang Ilegal ke Riau, Aktivitas Truk dan Kapal Mencurigakan Terpantau Setiap Hari Pantai Zore Barelang Diduga Jadi Jalur Pengiriman Barang Ilegal ke Riau, Aktivitas Truk dan Kapal Mencurigakan Terpantau Setiap Hari

Pantai Zore Barelang Diduga Jadi Jalur Pengiriman Barang Ilegal ke Riau, Aktivitas Truk dan Kapal Mencurigakan Terpantau Setiap Hari

 

Lokasi Penyeludupan


BATAM//EXPOSEPERISTIWA – Keindahan Pantai Zore yang berada di kawasan Jembatan IV Barelang ternyata menyimpan aktivitas yang patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan instansi pengawasan kepabeanan. Di balik citranya sebagai destinasi wisata pesisir, kawasan tersebut diduga menjadi titik bongkar muat barang kepabeanan yang kemudian dikirim secara ilegal ke wilayah Provinsi Riau melalui jalur laut.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan yang berlangsung hampir setiap hari. Sejumlah truk boks dan truk fuso tampak keluar masuk kawasan pesisir Pantai Zore secara bergantian dengan intensitas yang cukup tinggi.

Yang menarik perhatian, kendaraan-kendaraan tersebut terlihat memasuki area pantai dalam kondisi membawa muatan. Namun saat keluar dari kawasan pesisir, armada yang sama tampak melaju tanpa membawa barang sedikit pun.

Pola aktivitas tersebut memunculkan dugaan kuat adanya proses bongkar muat barang di lokasi yang diduga merupakan pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal masyarakat sebagai pelabuhan tikus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, barang-barang yang diduga merupakan komoditas kepabeanan dipindahkan dari truk ke kapal-kapal kayu berukuran besar yang bersandar di sekitar pesisir. Selanjutnya barang tersebut diduga dikirim menuju sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas tersebut bukanlah hal baru. Menurutnya, kegiatan bongkar muat telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan dilakukan hampir setiap hari kerja.

"Hampir setiap hari ada aktivitas bongkar muat di sana, kecuali hari Minggu. Banyak warga sekitar juga ikut bekerja sebagai buruh angkut, jadi aktivitas itu memang sudah diketahui masyarakat," ungkapnya.

Meski demikian, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti legalitas kegiatan tersebut maupun status barang-barang yang dibawa keluar masuk kawasan Pantai Zore.

"Kami hanya melihat ada bongkar muat. Soal izinnya ada atau tidak, kami tidak tahu," tambahnya.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan jalur laut di wilayah Barelang. Sebab, penggunaan pelabuhan tidak resmi selama ini kerap disebut sebagai salah satu modus yang digunakan untuk menghindari pengawasan aparat sekaligus mengelabui kewajiban kepabeanan yang berlaku.

Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan bagaimana aktivitas kendaraan berat dan kapal pengangkut barang dapat berlangsung secara rutin tanpa adanya tindakan atau penjelasan dari instansi yang berwenang. Apalagi, lokasi tersebut bukan berada di kawasan terpencil, melainkan berada di wilayah yang relatif mudah diakses.

Jika dugaan tersebut benar, maka potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan dari sektor kepabeanan tentu tidak bisa dianggap remeh. Selain itu, aktivitas semacam ini juga berpotensi membuka ruang bagi peredaran barang-barang yang tidak melalui prosedur pengawasan resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas aktivitas bongkar muat di kawasan Pantai Zore maupun dugaan pengiriman barang kepabeanan ke luar daerah melalui jalur laut tersebut.

Tim investigasi media masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap siapa pihak yang mengendalikan aktivitas tersebut, jenis barang yang dikirim, serta jaringan distribusi yang diduga beroperasi melalui kawasan pesisir Pantai Zore.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, Bea Cukai, serta instansi terkait untuk memberikan kejelasan atas aktivitas yang berlangsung terang-terangan di kawasan tersebut. Sebab apabila dibiarkan tanpa pengawasan dan penindakan, bukan tidak mungkin Pantai Zore akan semakin dikenal bukan sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai jalur keluar masuk barang yang luput dari pengawasan negara (Tim )

Lebih baru Lebih lama