BATAM//EXPOSEPERISTIWA.COM - Hasan Basri (69), seorang pria lanjut usia, mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Sei Daun, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario diduga menabrak potongan pipa bekas gardu PLN yang berada di tengah jalan. Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh dan mengalami luka serius di bagian kepala hingga menyebabkan pendarahan di otak.
Berdasarkan informasi warga, potongan pipa berukuran sekitar enam inci dengan ketinggian kurang lebih 25 sentimeter itu diduga merupakan sisa instalasi gardu PLN lama yang belum dipindahkan secara sempurna setelah adanya pelebaran jalan.
Warga menyebutkan, korban sempat tergeletak di pinggir jalan selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RS Camatha Sahidya Panbil.
Pihak rumah sakit dan kepolisian sempat mengalami kesulitan menghubungi keluarga korban. Informasi keberadaan Hasan Basri akhirnya diketahui setelah cucunya, Robin Bukit (42), menghubungi telepon seluler milik korban.
Anak angkat korban, Melati Tobing, mengaku sangat sedih setelah mengetahui Hasan Basri dalam kondisi koma. Ia mendapatkan informasi tersebut pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB setelah berusaha menghubungi korban sejak malam sebelumnya.
Melati berharap korban mendapatkan pelayanan medis terbaik dan segera diberikan kesembuhan.
Setelah menjalani perawatan di RS Camatha Sahidya hingga Sabtu sore, korban dipindahkan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).
Pada Minggu (27/9/2026), Hasan Basri menjalani operasi yang ditangani dokter spesialis saraf mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.45 WIB. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Sementara itu, warga menyoroti keberadaan potongan pipa bekas gardu PLN yang diduga menjadi penyebab kecelakaan. Warga juga mempertanyakan kondisi penerangan jalan di sekitar lokasi, termasuk ruas jalan dekat Polsek Sei Beduk, yang disebut tidak menyala sepanjang kurang lebih 300 meter.
Warga mengungkapkan, potongan pipa tersebut diduga telah dipotong pada Sabtu dini hari setelah kejadian. Namun, belum diketahui siapa pihak yang melakukan pemotongan tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalan, merapikan sisa material pembangunan, serta memperbaiki penerangan jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan dan dugaan kelalaian dalam penanganan sisa instalasi jalan masih memerlukan penelusuran serta klarifikasi dari pihak terkait.(Red)
