LANGKAT//EXPOSEPERISTIWA.COM -Memilukan kembali melanda wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Seorang warga bernama Hotdin Sihotang (59 tahun) meninggal dunia secara tragis, diduga menjadi korban serangan seekor gajah tunggal liar saat sedang memancing di aliran Sungai Sei Lepan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu sore, 16 Agustus 2026, di Dusun V Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan.
Korban yang berdomisili di Dusun IV Afdeling IV, Desa Alur Melati, Kecamatan Sawit Sebrang, diketahui pergi memancing bersama rekannya, Dongan Sahat Martua Silaban (35 tahun). Sekitar pukul 18.30 WIB, Dongan tiba kembali di pemukiman warga dalam keadaan sangat panik dan segera meminta bantuan.
Dengan napas terengah dan penuh ketakutan, Dongan menceritakan bahwa temannya, Hotdin, baru saja diserang seekor gajah liar di aliran sungai yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga.
“Saat itu korban masih bernyawa dan sempat berpesan agar saya segera meminta tolong kepada warga,” kenang Dongan. Karena begitu terguncang dan takut, ia tidak berani kembali ke lokasi kejadian sendirian.
Mendengar laporan itu, sekitar 30 warga bergegas membentuk tim pencari dan berangkat menuju lokasi. Namun begitu tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 19.00 WIB, harapan warga sirna. Mereka hanya menemukan jasad Hotdin yang sudah tidak bernyawa. Sementara gajah liar yang diduga melakukannya telah meninggalkan lokasi.
Karena khawatir gajah tersebut masih berkeliaran dan sewaktu-waktu dapat kembali, warga segera mengevakuasi jenazah korban keluar dari kawasan hutan dan menyerahkannya kepada keluarga. Jenazah Hotdin kemudian dibawa menuju rumah duka di Desa Sawit Hulu untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Kepala Dusun V Damar Hitam, Sumardianto (55 tahun), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa wilayah perbatasan hutan dan aliran sungai memang kerap menjadi lokasi terjadinya konflik manusia dengan satwa liar. Pihaknya pun mengimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan terpencil maupun dekat habitat satwa yang dilindungi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih melakukan pendalaman kronologi lengkap serangan tersebut. Masyarakat dihimbau agar tidak memasuki area rawan masuknya satwa liar tanpa pengawalan dan perlengkapan keamanan yang memadai.
(Warianto)
