DELISERDANG//EXPOSEPERISTIWA.COM - Era baru transportasi publik di Sumatera Utara akhirnya dimulai. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam, Selasa (19/8/2026). Kehadiran bus listrik ini menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan dan mewujudkan mobilitas yang modern serta ramah lingkungan di kawasan metropolitan Mebidang.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menekankan bahwa keberhasilan BRT tidak hanya dinilai dari fisik armadanya, tetapi dari konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan bagi pengguna. Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang untuk mengesampingkan ego sektoral demi integrasi sistem transportasi yang seamless.
"Ini bukan sekadar peluncuran bus, melainkan transformasi budaya mobilitas masyarakat dari ketergantungan kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang terkoneksi dan terintegrasi," tegas Bobby.
Usai peresmian, Gubernur Bobby bersama rombongan menjajal langsung layanan tersebut dengan menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka, Medan, untuk memastikan kualitas pelayanan di lapangan.
Solusi Atasi Kemacetan 54%
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa BRT Mebidang merupakan bagian dari prioritas nasional dalam pembangunan kawasan perkotaan sesuai RPJMN 2025–2029. Data TomTom Traffic Index menunjukkan tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai 54,2%, di mana perjalanan 10 menit bisa memakan waktu jauh lebih lama.
"Pembangunan transportasi publik bukan semata proses fisik, tapi investasi bagi kualitas hidup, produktivitas ekonomi, dan masa depan yang lebih hijau," ujar Muiz. Program ini didukung oleh Bank Dunia sebagai proyek percontohan di Indonesia.
Gratis Saat Uji Coba, Tarif Terjangkau Nanti
Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengungkapkan bahwa saat ini dua unit bus listrik sedang dalam masa uji coba teknis dan edukasi kepada masyarakat. Selama periode ini, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara GRATIS.
Operasi penuh ditargetkan mulai berjalan pada 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik yang akan melayani dua koridor utama:
Koridor 11: Teladan – Terminal Lubukpakam (14 unit)
Koridor 12: Simpang Barat – Binjai (13 unit)
Armada Cadangan: 3 unit
Setelah beroperasi penuh, tarif yang ditetapkan sangat terjangkau, yaitu Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.
Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird, Bayu Priawan Djokosoetono; Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan; Walikota Binjai Amir Hamzah; serta Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk mendukung suksesnya transportasi massal di Sumut.
(Warianto)
