TAMBUN SELATAN//EXPOSEPERISTIWA.COM -Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2026, dua tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi menggelar diskusi produktif sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, dan kondusivitas di tengah masyarakat. 30/07/2026
Pertemuan tersebut mempertemukan tokoh masyarakat Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Syaiful Nyamat, dengan PSF. Parulian Hutahaean, Ketua Umum MAPAN Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta menghasilkan berbagai gagasan positif guna mewujudkan pesta demokrasi desa yang aman, damai, dan bermartabat.
Dalam kesempatan itu, kedua tokoh menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar ajang memilih pemimpin desa, melainkan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kedewasaan berdemokrasi di tengah masyarakat.
Mereka menilai perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun demikian, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta menolak berbagai isu yang berpotensi memecah belah warga.
"Pilkades harus menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan menjadi ruang perpecahan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat yang harus dihormati bersama," demikian semangat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
PSF. Parulian Hutahaean menyampaikan bahwa seluruh komponen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan tanpa intimidasi, konflik, maupun gesekan sosial.
Sementara itu, Syaiful Nyamat mengajak seluruh warga Desa Sumberjaya khususnya, dan masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya, untuk mengedepankan budaya musyawarah, saling menghormati, serta menjaga ukhuwah dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik.
Keduanya juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan, penyelenggara Pilkades, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat yang terus bersinergi menjaga ketertiban dan keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir pesan positif bahwa sinergi antara tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam mewujudkan Pilkades Tahun 2026 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai, dan kondusif.
Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Pilkades 2026 diharapkan mampu melahirkan pemimpin desa yang amanah, berintegritas, serta mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. "Red /
Sumber : (Mohamad Rizal)
