Gedung sekolah Kusam Plapon Rusak Genteng Berhamburan anggaran Perawatan Sarpras dikemanakan didugaDigondol oknum Kepala sekolah Gedung sekolah Kusam Plapon Rusak Genteng Berhamburan anggaran Perawatan Sarpras dikemanakan didugaDigondol oknum Kepala sekolah

Gedung sekolah Kusam Plapon Rusak Genteng Berhamburan anggaran Perawatan Sarpras dikemanakan didugaDigondol oknum Kepala sekolah

EXPOSE PERISTIWA.COM-KAB BEKASI -- 
Pebayuran [[ Salah satu tujuan adanya Dana BOS ialah untuk membantu Operasional yang ada di sekolah. 

Akan tetapi banyak kasus oknum Kepala  sekolah tidak transparan dalam mengelolanya.Diduga juga terjadi di 
SDN Bantarjaya 03, Kecamatan Pebayuran, kabupaten Bekasi
,jawa Barat, Pada Rabu 28/10/2026 

Sekolah ini diduga terjadinya praktik pengunaan dana BOS yang tidak transparan. 

Dugaan ini berdasarkan informasi dari berbagai sumber dan pengecekan langsung di sekolahan, dengan tidak ditemukannya papan informasi realisasi dana BOS, padahal hal itu merupakan kewajiban sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021  
 
Papan informasi realisasi dana BOS agar dapat diakses oleh publik sebagai bentuk transparansi. 

Penyebabnya adalah rendahnya tranparansi akuntabilitas, serta kebijakan dana Bos yang tidak sesuai peruntukannya, adapun penggunaan dana BOS tersebut, seperti dana kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Di sini di duga bahwa pengelolaan dana BOS di SDN Bantarjaya 03 terindikasi penyimpangan, karena diduga ketidak profesional dalam pelaporan anggaran yang seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Kepalasekolah SDN Bantarjaya 03 Nenda  menjabat terhitung tahun 2020 sampai dengan 2026, wajib dijabarkan rincian anggaran secara keseluruhan per item, digunakan untuk apa saja dan berapa nominal yang digunakan.
Sedangkan di lihat disini, bahwa kepala sekolah sudah menjabat dari tahun 2020 sampai sekarang tahun 2026, setiap tahunnya diduga tidak ada pengecatan ataupun rehap seperti yang terlihat di sekolah SDN Bantarjaya 03 ini kurangnya perawatan. 

Seperti salah satunya flapon terlihat banyak yang pecah dan rusak, begitu juga gedung terlihat sangat kusam tidak ada nya pengecatan, terlihat di sini adanya dugaan pembiaran dan tidak adanya perawatan gedung sekolah, selama Nenda menjabat sebagai kepala sekolah.jelasnya

Tim investigasi awak media, memohon 
Kepada pihak dinas terkait khususnya 
Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, agar segera mengkroscek Keberadaan gedung sekolah SDN Bantarjaya 03 Pungkasnya' 
(Team Redaksi)
Lebih baru Lebih lama