SEKADAU KALBAR//EXPOSEPERISTIWA.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya hilang dari wilayah Kabupaten Sekadau. Senin (14/9/2026)
Kondisikan ini mendorong Bupati Sekadau, Aron, untuk mengimbau masyarakat — khususnya para pelajar — tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terlebih saat berangkat dan pulang ke sekolah.
Pemerintah daerah juga terus memantau kualitas udara dan menegaskan akan mempertimbangkan kembali peliburan sekolah jika kabut asap dinilai kembali membahayakan kesehatan.
Namun di tengah ancaman asap yang terus menggelayut, persoalan lain turut menimpa warga: musim kemarau yang panjang membuat sumber air menyusut drastis. Banyak warga kini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari — mulai dari minum, mandi, hingga keperluan memasak.
Sumur warga mengering, sungai dangkal, dan aliran mata air makin menipis. Dua kesulitan datang bersamaan: udara yang tidak sehat untuk dihirup, sekaligus air yang sulit didapat untuk menjaga ketahanan tubuh.
Di tengah situasi yang makin berat ini, DPD Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Sekadau turut menyampaikan perhatian, sorotan, serta seruan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui Ketua DPD RAJAWALI Sekadau, Heri, organisasi ini mengapresiasi langkah pemerintah namun sekaligus mengingatkan bahwa penanganan harus lebih menyeluruh, tidak boleh terpisah-pisah, dan tidak berhenti pada imbauan saja.
"Kami menyambut baik perhatian Bupati Sekadau yang mengingatkan penggunaan masker bagi para siswa.
Langkah ini sangat penting dan patut didukung. Namun kami juga ingin menegaskan: saat ini warga Sekadau sedang menghadapi dua tantangan berat sekaligus — kabut asap yang mengganggu pernapasan, dan kemarau panjang yang menyusutkan sumber air bersih. Keduanya saling berkaitan dan sama-sama mengancam kesehatan rakyat. Jika tubuh lemah karena kurang air bersih, daya tahan terhadap gangguan pernapasan pun makin menurun.
Maka penanganannya harus serentak dan menyeluruh," ujar Heri pada Senin, 14 September 2026.
Heri menyoroti bahwa meskipun titik api dikatakan masih terkendali, keberadaan kabut asap yang terus ada menunjukkan sumber masalah belum sepenuhnya dipadamkan.
Apalagi asap juga bisa terbawa angin dari daerah tetangga, sehingga kerja sama antar-wilayah sangat dibutuhkan. Sementara itu, kesulitan air bersih yang makin terasa menuntut penanganan segera agar warga tidak kekurangan kebutuhan paling dasar.
"Dikatakan titik panas masih terkendali, namun asap tetap datang dan pergi. Ini menandakan dampak karthula masih terjadi — baik di wilayah kita maupun dari kabupaten sebelah.
Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan makin parah dan kemarau pun makin berkepanjangan. Sementara itu, air bersih makin sulit didapat.
Sumur kering, mata air menyusut. Warga harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air.
Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Maka kami menyarankan: perkuat pengawasan pembakaran lahan, koordinasi erat dengan daerah tetangga, tegakkan aturan tegas.
Dan untuk air bersih: cari sumber cadangan, perbaiki sarana pendistribusian, salurkan bantuan air ke desa-desa yang mulai kesulitan," tegasnya.
Ketua RAJAWALI Sekadau juga menyampaikan himbauan khusus kepada masyarakat, sekaligus mengajak semua pihak bergotong royong menjaga lingkungan dan kesehatan.
"Kepada seluruh warga Sekadau: tetaplah waspada dan saling bantu. Gunakan masker saat keluar rumah, kurangi aktivitas di luar saat asap tebal.
Hemat penggunaan air bersih, gunakan seperlunya, dan cari cara agar air hujan dapat ditampung. Perbanyak minum air yang aman agar tubuh tetap sehat. Kepada para orang tua, perhatikan kesehatan anak-anak.
Kepada para guru, bantu mengingatkan para siswa. Mari kita saling ingat, saling bantu, dan bergotong royong menjaga keselamatan sesama warga," ajak Heri.
Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mencegah kebakaran dimulai dari kesadaran diri sendiri — tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan melaporkan segera jika melihat tanda-tanda kebakaran.
Sementara menjaga ketersediaan air berarti melestarikan hutan dan lahan agar mata air tetap terjaga.
"Kami di RAJAWALI Sekadau akan terus memantau perkembangan ini. Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya memantau, tetapi juga memastikan ketersediaan air bersih terdistribusi merata, pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala, serta pelayanan kesehatan mudah diakses warga yang mulai sakit.
Jangan tunggu sampai penyakit meluas atau kekeringan melanda banyak desa baru bertindak. Tindakan nyata sekarang lebih baik daripada penyesalan di kemudian hari," pungkas Heri.
DPD RAJAWALI Sekadau berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat, mengawal penanganan karhutla dan kemarau, serta mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga Kabupaten Sekadau.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM RAJAWALI
Ket Foto : Ilustrasi (Ist)
