![]() |
| Istimewa |
![]() |
| Istimewa |
Ketua Tim Proctorship PJB RSBP Batam, dr. Priyandini Wulandari, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, mengatakan bahwa edukasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini, pengobatan, dan peran keluarga dalam penanganan penyakit jantung bawaan.
![]() |
| Istimewa |
“Selain itu, edukasi ini merupakan bagian penting dari keberhasilan pelayanan PJB di RSBP Batam, sekaligus membangun kewaspadaan serta kesadaran masyarakat untuk berkonsultasi,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif disertai antusiasme para peserta saat sesi diskusi seputar proses tindakan hingga pola hidup pascapenanganan PJB.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua FErKI Batam, dr. Fandi Ahmad mengatakakan bahwa edukasi publik menjadi pelengkap penting dari upaya deteksi dini dan pelayanan medis.
Menurutnya, pemahaman yang baik di tingkat keluarga akan mempercepat proses penanganan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Senada dengan dr. Fandi, Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam pada awal tahun 2026.
“Sesuai arahan pimpinan BP Batam, kami berkomitmen agar RSBP Batam tidak hanya fokus pada layanan kuratif, tetapi juga edukatif dan preventif,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan upaya RSBP Batam untuk mewujudkan nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan



