Gelper Makin Menjamur di Batam, Warga Resah: FRN Kepri Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak dan Tutup Total Semua Gelper Abu-Abu. Gelper Makin Menjamur di Batam, Warga Resah: FRN Kepri Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak dan Tutup Total Semua Gelper Abu-Abu.

Gelper Makin Menjamur di Batam, Warga Resah: FRN Kepri Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak dan Tutup Total Semua Gelper Abu-Abu.

Gelper Abu-abu,Tanpa Nama,Lokasi Dapur 12 kecamatan Sagulung


BATAM//EXPOSEPERISTIWA — Aktivitas permainan gelper yang diduga mengarah pada praktik perjudian kembali marak di Kota Batam. Situasi ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Berbagai laporan menyebutkan sejumlah lokasi gelper dioperasikan secara terang-terangan tanpa tindakan tegas dari aparat, memicu kekhawatiran akan dampak sosial dan ekonomi di lingkungan warga.

Tampak beberapa mesin judi gelper dan beberapa pemain di dalam lokasi

Keluhan serupa datang dari masyarakat di kawasan Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, yang mengaku sangat terganggu dengan keberadaan salah satu gelper di wilayah mereka.

Tampak layar mesin judi gelper / permaian tembak Merak

“Kami berharap Penegak Hukum dan Camat setempat bisa mendengar keluh kesah kami. Ini sudah sangat meresahkan,” ungkap salah satu warga dengan nada penuh harap kepada tim media.

Camat Sagulung: “Kami Akan Bertindak Tegas”


Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Senin (24/11/2025) tim media melakukan konfirmasi kepada Camat Sagulung, Arfie. Ia menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah cepat.


Kita akan melakukan tindakan tegas dan penutupan terhadap usaha gelper yang menimbulkan keresahan,” tegas Arfie.


Pernyataan ini menjadi titik awal harapan warga, meski realisasi penertiban dinilai tetap membutuhkan dukungan penuh dari aparat penegak hukum.


Dugaan Keterlibatan Oknum Berbaju Loreng Bukan Rahasia Umum Lagi


Situasi semakin memanas ketika beredar informasi dari warga bahwa usaha gelper di wilayah Sagulung diduga melibatkan oknum tertentu. Menurut keterangan masyarakat, pemilik salah satu gelper kabarnya adalah oknum aparat berbaju loreng yang masih aktif, berinisial “FDN AFNDI HRHP” serta seorang lainnya berinisial “BD PDNG

Warga mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas agar tidak ada pihak yang kebal hukum


FRN Kepri Mendesak Penindakan Tanpa Kompromi


Ketua Investigasi Fast Respon Nusantara (FRN) DPW Kepri, N. Zega, angkat bicara dengan nada keras. Ia menegaskan bahwa maraknya gelper liar telah mencoreng nama baik Kota Batam.


Saya harap aparat Kepolisian, khususnya jajaran Polsek Sagulung, mengambil tindakan tegas. Gelper ini sudah meresahkan, mengotori lingkungan, dan makin meluas. Instruksi Kapolri jelas: tidak boleh ada pembiaran!” tegas Zega.


Ia menambahkan bahwa fenomena gelper yang tumbuh seperti jamur di musim hujan telah memberi dampak buruk pada kondisi sosial masyarakat, termasuk konflik rumah tangga dan kebocoran ekonomi.


Ini sudah merusak citra Batam sebagai kota yang aman dan kondusif. Penindakan konkret harus dilakukan sebelum dampaknya makin liar dan sulit dikendalikan,” lanjutnya.


Tidak hanya itu, Zega juga menekankan bahwa penutupan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa pengecualian.


Semua gelper liar harus ditutup. Termasuk yang berada di kawasan Top 100 Tembesi, Tidak boleh ada yang dibiarkan,” tegasnya.


Warga Menunggu Aksi Nyata dari Polsek Terkait


Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Warga berharap suara mereka tidak berhenti hanya di laporan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti demi kenyamanan lingkungan dan masa depan generasi muda di Kota Batam.


Dengan semakin kuatnya tekanan dari masyarakat dan lembaga investigatif seperti FRN Kepri, bola kini berada di tangan aparat terkait. Publik menantikan bukti bahwa Batam benar-benar berdiri untuk keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.( Tim )

Lebih baru Lebih lama